Liga Belarusia, Oase Segar di Tengah Pandemi Corona



Lupakan sejenak hingar bingar kompetisi Premier League, lupakan pula european night Liga Champions yang kerap menghadirkan daya magis sendiri, karena sehebat apapun, semenarik apapun, segemerlap apapun, seluruh kompetisi elit eropa harus tumbang akibat pandemi virus corona (covid-19).

Dampak corona terhadap industri sepak bola memang begitu dahsyat. Turnamen besar seperti Piala Eropa hingga Copa America terpaksa mengatur ulang jadwalnya. Bahkan Liga Belanda sudah memutuskan jika kompetisi musim 2019/2020 resmi berakhir tanpa adanya tim juara dan degradasi.

Untungnya, para pecinta sepak bola tak perlu mati kutu karena kehilangan hiburan. Sebab, Belarusian Premier League jadi satu-satunya liga sepak bola Eropa yang tetap menjalankan kompetisi di tengah ancaman virus corona.

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, masih belum mau mengintruksikan negaranya untuk melakukan lockdown besar-besaran meskipun terdapat 11 ribu kasus pasien positif corona hingga saat ini. Itu artinya, masyarakat Belarusia masih diperbolehkan beraktivitas secara normal, termasuk menggelar pertandingan sepak bola.

Alexander Lukashenko malah mengajak masyarakat Belarusia meminum dua gelas vodka sehari sebagai imun mencegah terjangkit corona.

Pro dan Kontra Liga Belarusia




Sebagai kompetisi satu-satunya yang masih berjalan, tentu menjadi berkah tersendiri bagi The Belarusian Premier League atau Liga Belarusia. Negara yang belum pernah ikut serta dalam turnamen sepak bola besar ini mendadak jadi "kiblat" para penikmat sepak bola di seluruh dunia. Fans yang haus akan hiburan, pada akhirnya menyalakan televisi atau mencari siaran streaming yang mepertandingkan klub-klub Belarusia. 

Sebelum pandemi, Liga Belarusia cuma bekerja sama dengan dua stasiun televisi. Tapi kini, mereka menyiarkan liganya langsung ke 10 negara berbeda! 

Meski menaikkan popularitas Liga Belarusia di mata dunia, kompetisi yang terus berjalan di tengah pandemi ini juga mendapat sentimen negatif dari suporter lokal. Mereka tak segan memboikot pertandingan sehingga membuat stadion terlihat kosong. Ketegangan terus meningkat ketika para penggemar saling mendesak untuk tetap di rumah.

Cara Jitu Klub Dynamo Brest



FC Dynamo Brest tak ambil pusing dengan sikap suporter lokal tersebut. Sang juara bertahan Liga Belarusia itu punya cara unik menarik penggemar di seluru dunia. Mereka menjual tiket virtual yang bukan cuma menawarkan Match Day Program saja tapi juga kesempatan untuk datang ke stadion. Caranya? Wajah para pemegang tiket ini akan di-print dan dijadikan sebuah topeng yang diletakkan di setiap kursi stadion, plus pernak-pernik khas seorang suporter.

Dalam beberapa pertandingan, stadion Dynamo Brest terlihat cukup unik dengan kehadiran para "suporter palsu" dari seluruh penjuru dunia yang berbaur dengan suporter lokal.

Serba-serbi Liga Belarusia



Belarusian Premier League resmi bergulir pada tahun 1993 setelah Belarusia memisahkan diri dari Uni Soviet dan menjadi negara yang merdeka. Diikuti oleh 16 tim yang bermain kandang dan tandang setiap musimnya, Liga Belarusia normalnya hanya menarik minat ratusan suporter saja yang datang ke stadion.

Dinamo Minsk adalah tim pertama yang mendominasi dengan menjuarai enam dari tujuh musim pertama Liga Belarusia.

Bagi kamu yang kerap memperhatikan tim kurcaci yang berlaga di Liga Champions, rasanya tak akan asing dengan nama BATE Borisov. Meraih 13 gelar dari musim 2006 hingga 2018, BATE merupakan tim langganan yang mewakili Belarusia di kancah Eropa.

Belarusia Premier League kini sudah memasuki pekan keenam, di mana Slutsk kokoh berada di puncak dengan raihan 13 poin. Sedangkan sang juara bertahan Dynamo Brest masih tertarih di urutan ke-14. Sementara tim tersukses di Liga Belarusia, BATE Borisov, berada di posisi ke-4.

Mengingat Liga Belarusia baru saja di mulai, tak ada salahnya bagi kamu menikmati pertandingan-pertandingan menarik di Belarusian Premier League selagi menunggu Liga-liga Eropa kembali bergulir.