Waktunya Runtuhkan Dominasi Barca-Madrid, Sociedad!

Real Sociedad kembali meraih hasil sempurna dalam lanjutan LaLiga Spanyol pekan ke-10. Klub asal Basque ini sukses mengalahkan Cadiz 1-0 di kandangnya, Senin (23/11/2020) dinihari WIB.

Kemenangan tersebut sekaligus semakin mengukuhkan posisi anak asuh Imanol Alguacil di tangga teratas La Liga musim ini. Raihan 23 poin dari 10 laga yang dicetak Real Sociedad, mengungguli pesaing terdekatnya Atletico Madrid yang baru mendapatkan 21 poin dari 8 pertandingan. 


Real Sociedad pun bukan tak mungkin akan terus mempertahankan posisinya puncak klasemen La Liga, jika melihat mereka sedang ada dalam tren positif. 


Cadiz adalah klub ke-6 berturut-turut yang berhasil ditaklukan oleh Mikel Oyarzabal dan kolega di LaLiga. Setelah mengakui keunggulan Valencia 0-1 di Jornada ke-4, praktis Real Sociedad melaju bak kereta ekspres yang memporak-porandakan lawannya seperti Getafe (3-0), Real Betis (0-3), SD Huesca (4-1), Celta Vigo (1-4), Granada (2-0), dan Cadiz (0-1). Real Sociedad pun mampu menahan imbang Real Madrid 0-0 pada jornada ke-2.


Meskipun baru berjalan 10 pekan, angan-angan juara mulai tersiar di kota San Sebastian. Apalagi fakta sejarah sangat mendukung untuk bisa merealisasikannya.


Real Sociedad yang berhasil mengumpulkan 23 poin dari 10 laga nyatanya mampu menyamai rekor yang mereka buat tahun 1981-1982. Apa yang spesial di musim tersebut? Yap, Real Sociedad berhasil merengkuh gelar Liga Spanyol untuk kedua kali!


Tak cuma faktor sejarah saja yang membuat Real Sociedad boleh pede membicarakan perebutan titel tertinggi di Spanyol, keterpurukan Barcelona dan Real Madrid pun bak buah manis yang harus dimanfanfaatkan betul. 


Real Madrid & Barcelona yang Terpuruk




Real Madrid dan Barcelona adalah dua klub Spanyol yang terus berseteru untuk jadi yang nomor satu di Spanyol. Namun, untuk musim ini, mereka seakan kewalahan untuk bisa tampil konsisten.


Real Madrid yang notabene adalah juara bertahan belum bisa menunjukkan apa yang yang mereka lakukan di musim lalu. Skuat Ibukota berada di posisi ke-4 klasemen sementara dengan mengumpulkan 17 poin dari 9 laga. 


Bahkan dalam dua laga terakhir, Real Madrid gagal menang. Setelah digilas Valencia 4-1, mereka harus puas berbagai angka 1-1 kala bertandang ke markas Villarreal.


Kelelahan dan persiapan yang minim bisa jadi alasan mengapa Benzema cs begitu kepayahan di musim ini.


Nasib Barcelona lebih apes. Lihat saja di mana posisi Barcelona sekarang. Ketika melihat tabel klasemen La Liga di smartphone, Anda mungkin perlu sekali scroll layar untuk bisa menemukannya.


Di akhir hayatnya berseragam Barcelona, tentu ini bukanlah kondisi yang diinginkan oleh Lionel Messi. Namun apa daya, permasalahan manajemen yang terjadi sejak musim lalu, akhirnya masih terbawa hingga awal musim ini.


Hadirnya Ronald Koeman sebagai juru taktik pun tak bisa menghindari keterpurukan Barcelona. Setidaknya hingga saat ini.


Barca di bawah asuhan Ronald Koeman tampil inkonsisten. Terkadang bermain cemerlang seperti menaklukan Juventus di Liga Champions, di hari lain tampil mengecewakan, misalnya kala ditahan imbang 1-1 oleh klub promosi Alaves yang bermain 10 orang.


Berbicara Barcelona, rasanya tak akan lepas dari Lionel Messi. La Pulga belum bisa semenakutkan pada musim-musim sebelumnya. Lima dari enam gol yang dicetak di berbagai ajang musim ini pun datang dari sepakan 12 pas. Bahkan ia sama sekali belum pernah membobol jala lawan ketika Barca bermain tandang!


Seandainya Real Madrid dan Barcelona terus berada dalam trend seperti ini, Real Sociedad kemungkinan hanya akan beradu kuat dengan Atletico Madrid. Apalagi melihat sang wonderkid Joao Felix makin moncer untuk urusan mencetak gol.


Tak hanya itu, strategi transfer yang dilakukan Atletico Madrid bisa dikatakan brilian. Hadirnya Yannick Carrasco dan Luis Suarez yang didatangkan secara gratis dari Barca, membuat gaya bermain Diego Simeone yang identik pragmatis jadi lebih terbuka dan dinamis.


Real Sociedad bukannya tak melakukan apa-apa di bursa transfer musim ini. Di luar pemain yang kembali dari masa peminjaman atau pemain muda yang promosi ke tim utama, praktis hanya ada satu nama baru di jajaran skuad Real Sociedad musim ini. Namanya adalah David Silva.

 

Faktor David Silva




Usianya memang sudah menginjak 34 tahun. Namun, jangan pernah ragukan visi bermain seorang David Silva. Jadi jendral di lapangan tengah, ia lah yang mengatur ke mana arah serangan Real Sociedad. Satu gol dan dua assist sudah Silva catatkan dalam sembilan laga di La Liga. 


Sentralnya sosok David Silva tak cuma dirasakan oleh Real Sociedad. Mantan klubnya, Manchester City, pun seolah belum bisa move on menemukan pengganti yang sepadan untuk El Mago. Hasilnya, City masih terseok-seok di Liga Inggris.


Sebenarnya tak ada yang menyangka kehadiran David Silva di Anoeta Stadium. Sejak memutuskan hengkang dari Manchester City, David Silva santer dikabarkan akan berlabuh ke Serie A bersama Lazio.


Direktur teknik Lazio, Igli Tare, bahkan sudah membuat keputusan verbal untuk kedua belah pihak. Namun takdir berkata lain. Silva pada akhirnya memilih kembali ke Spanyol bersama Real Sociedad.


Silva mengungkapkan pengaruh keluarga dan proyek yang sedang dibangun Sociedad menjadi faktor utamanya. "Saya mendapat banyak tawaran. Saya memutuskan bergabung dengan Real Sociedad karena mereka melakukan hal yang benar. Mereka memiliki gaya bermain yang cocok dengan gaya permainan saya," kata Silva di laman resmi klub.


Jika berkaca hingga pekan ke-10 La Liga, keputusan Silva berbaju Txuri-urdinak sangatlah tepat.


Percaya Produk Akademi




Selain jadi motor permainan, peran David Silva juga cukup vital untuk jadi mentor. Mayoritas skuat Real Sociedad musim ini dihuni oleh para pemain akademi. Terhitung ada 16 pemain yang datang sebagai jebolan Real Sociedad B. Tidak ada klub di liga yang memiliki lebih banyak yang berasal dari akademi mereka selain Sociedad. 


Bahkan bos Imanol Alguacil sendiri adalah mantan pelatih tim junior Sociedad dengan gaya bermain yang konsisten.


Produk akademi seperti Igor Zubeldia, Aritz Elustondo, hingga Mikel Oyarzabal adalah sederet nama yang bersinar. Terkhusus bagi Oyarzabal, ia menempati puncak daftar top skor La Liga sementara dengan 6 gol.


Mungkin kita sudah bosan menyaksikan Real Madrid atau Barcelona yang terus menguasai posisi puncak La Liga. Sudah saatnya ada juara baru. Dan juara tersebut mungkin saja hadir dalam bentuk Real Sociedad.