Buah Kesabaran 10 Tahun Emiliano Martinez

Dalam sebuah interview pekerjaan, tak jarang ditemui pertanyaan yang menguji rasa percaya diri seseorang. Salah satunya, "apa yang kamu lihat di lima tahun ke depan?" Andai sang pelamar itu adalah Emiliano Martinez, waktu lima tahun belumlah cukup. Butuh kesabaran 10 tahun lamanya, hingga ia akhirnya dapat kesempatan membuktikan kualitas yang dimiliki.

Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1 dalam laga final FA Cup pada Minggu (2/8/2020) dini hari di Stadion Wembley. Pierre-Emerick Aubameyang jadi pahlawan berkat dua golnya. 

Penyerang asal Gabon tersebut memang jadi sorotan utama dalam laga final FA Cup kali ini, tapi sebenarnya masih ada sosok lain yang luput dari perhatian. Ia adalah palang pintu terakhir pertahanan Arsenal, Emiliano Martinez. 

Bisa dibilang, laga ini adalah pertandingan terbesarnya selama membela The Gunners. Sejak kiper utama Bernd Leno menderita cedera ketika berhadapan dengan Brighton pada Juni lalu, praktis Emiliano Martinez yang berstatus kiper cadangan  naik pangkat. Martinez tak menyia-nyiakan kesempatan untuk jadi pilihan pertama di bawah mistar Arsenal. Hingga akhirnya berhasil mengantar Arsenal juara FA Cup.

Buah Kesabaran 10 Tahun


Mungkin tak banyak yang tahu jika musim ini adalah tahun ke-10 Emiliano Martinez membela Arsenal. Menjadikannya sebagai pemain "paling senior" di skuat Mikel Arteta. Bahkan legenda-legenda Arsenal saja sedikit kali yang begitu setia seperti Emiliano Martinez. Ambil contoh Thierry Henry yang berbaju Arsenal selama delapan musim, atau Robert Pires yang cuma enam musim.

Hal yang membuat Emiliano Martinez tak banyak dibicarakan, karena masa 10 tahunnya membela Arsenal lebih banyak dihabiskan di klub-klub lain sebagai pemain pinjaman.

Bergabung di akademi Arsenal pada tahun 2010, kiper kelahiran Argentina ini baru bisa menjalani debut pada tahun 2012 melawan Coventry City di Carabao Cup setelah sebelumnya dipinjamkan ke Oxford United.

Emiliano Martinez kembali dipercaya menjalani penampilan keduanya di kompetisi yang sama melawan Reading, Martinez bisa dibilang tampil buruk karena kemasukan 5 gol. Beruntung Arsenal masih bisa menang 7-5 berkat hattrick Theo Walcott.

Musim 2013–2014 jadi kali kedua Martinez dipinjamkan. Berseragam Sheffield Wednesday, Martinez cuma melakoni 11 laga. Di musim berikutnya, ia kembali ke Arsenal dan menjadi kiper ketiga pelapis David Ospina dan Wojciech Szczesny.

Seolah mendapat berkah dari cederanya David Ospina dan hukuman larangan tampil yang diterima Wojciech Szczesny, Martinez mendapat kesempatan menjalani debut di panggung Liga Champions melawan Anderlecht. Arsenal sukses meraih kemenangan 2-1 dalam laga tersebut.

Sebulan berselang, Martinez kembali bermain ketika Wojciech Szczesny mengalami cedera. Kali ini di ajang Premier League melawan Manchester United. Sejak itu, ia tampil dalam empat pertandingan Arsenal berikutnya.

Itu kali terakhir Emiliano Martinez bisa dipercaya mengawal bawah mistar Arsenal. Dalam empat musim berikutnya, Martinez empat kali dipinjamkan ke klub berbeda-beda. Mulai dari Rotherham United (2015), Wolves (2015-2016), Getafe (2017-2018), dan Reading (2019).

Musim 2019-2020, Unai Emery memercayai Emiliano Martinez sebagai deputi Bernd Leno di bawah mistar gawang sehingga tak ada lagi "masa sekolah" bagi kiper Argentina tersebut.

Bahkan Unai Emery selalu menurunkan Martinez di semua laga Liga Europa yang dimainkan Arsenal. Meskipun, kiprah Arsenal harus kandas di babak 16 besar.

Seperti sudah disebutkan, laga Arsenal melawan Brighton pada Juni lalu bagaikan momentum karier Emiliano Martinez di London Utara. Kala Bernd Leno harus ditandu keluar lapangan karen cedera, praktis Martinez jadi pilihan utama.

Sejak saat itu, Martinez selalu mengawal gawang Arsenal hingga pertandingan final FA Cup melawan Chelsea. Bahkan persentase save Martinez di Premier League musim ini adalah 81.8%, mengungguli Bernd Leno yang cuma 74,2%.

Roda Hidup yang Terus Berputar


Damián Emiliano Martínez Romero, lahir di Mar del Plata, Argentina, pada 2 September 1992. Martinez besar dalam keluarga yang tergolong miskin. Di suatu kesempatan, bahkan orang tuanya kesulitan menyediakan makanan dan membayar tagihan.

Martinez mulai mengenal sepakbola ketika bergabung dengan klub junior Independiente yang berlokasi 400 km dari kampung halamannya.

Saat berusia 16 tahun, bakat Martinez tercium oleh pemandu bakat Arsenal. Mahar 1,1 juta euro dikeluarkan The Gunners demi memboyongnya dari Independiente.

Sebenarnya, keluarga tak mengizinkan dirinya untuk meninggalkan Argentina. Namun, Martinez yang masih berusia 16 tahun kala itu bersikukuh untuk pergi dan bercita-cita mengubah kondisi ekonomi keluarga melalui sepakbola.

Sepuluh tahun setelah meninggalkan Argentina, sepuluh tahun setelah dipinjamkan ke berbagai klub, sepuluh tahun setelah menjadi kiper pelapis Arsenal, kini Emiliano Martinez berhasil memanen buah kesabaran yang terus ia pupuk.

Sebuah foto memperlihatkan Emiliano Martinez sedang face call dengan keluarganya di Argentina sesaat setelah ia menjuarai FA Cup. Sebuah foto yang memancarkan gurat haru, mengajarkan arti dari kesabaran.

***
The Goalie adalah rubrik khusus untuk mengapresiasi para penjaga gawang yang perannya kadang terlupakan. Para sosok yang terpilih dalam rubrik The Goalie didasarkan pada performa di lapangan atau punya kisah menarik lain yang tak banyak diketahui. Nantikan rubrik The Goalie selanjutnya di website bawahmistar.com


Previous Post
Next Post

0 comments: